Arsip untukMei, 2008

Wanita Suci (Suara Hati Seorang Ikhwan untuk Seluruh Wanita Suci di Dunia)

Wanita suci,
Mungkin aku memang tak romantis tapi
siapa peduli?
Karena toh kau tak mengenalku dan
memang tak perlu mengenalku.
Bagiku kau bunga, tak mampu aku
samakanmu dengan bunga terindah
sekalipun.
Bagiku manusia adalah makhluk yang
terindah, tersempurna dan tertinggi.
Bagiku dirimu salah satu dari semua
itu, karenanya kau tak
membutuhkanpersamaan.

Wanita suci,
Jangan pernah biarkan aku manatapmu
penuh, karena akan
membuatkumengingatmu.
Berarti memenuhi kepalaku dengan
inginkanmu.
Berimbas pada tersusunnya gambarmu
dalam tiap dinding khayalku.
Membuatku inginkanmu sepenuh hati,
seluruh jiwa, sesemangat mentari.
Kasihanilah dirimu jika harus hadir
dalam khayalku yang masih penuh
Lumpur.
Karena sesungguhnya dirimu terlalu
suci.

Wanita suci,
Berdua menghabiskan waktu denganmu
bagaikan mimpi tak berujung.
Ada ingin tapi tak ada henti.
Menyentuhmu merupakan ingin diri,
berkelebat selalu, meski ujung
penutupmu pun tak berani kusentuh.
Jangan pernah kalah dengan mimpi dan
inginku karena sucimu kaupertaruhkan.
Mungkin kau tak peduli
Tapi kau hanya menjadi wanita biasa di
hadapanku bila kau kalah.
Dan tak lebih dari wanita biasa.

Wanita suci,
Jangan pernah kautatapku penuh
Bahkan tak perlu kaulirikkan matamu
untuk melihatku.
Bukan karena aku terlalu indah, tapi
karena aku seorang yang masih kotor.
Aku biasa memakai topeng keindahan
pada wajah burukku, mengenakan
pakaian sutra emas.
Meniru laku para rahib, meski hatiku
lebih kotor dari Lumpur.
Kau memang suci, tapi masih sangat
mungkin kau termanipulasi.
Karena kau toh hanya manusia-hanya
wanita.
… continue reading this entry.