Arsip untukNovember 25, 2007

Jangan Marah Jangan Marah Jangan Marah

shut-the-fuck-up.jpgManusia tidak boleh menyalahkan takdir sebagai alasan untuk tidak beribadah dan berusaha. Seorang tidak boleh berkata, ”Jika aku telah ditakdirkan baik dan beriman, mengapa aku harus bersusah payah beribadah dan beramal saleh? Bukankah sudah pasti aku akan masuk Surga?”

Seorang juga tidak sepantasnya berkata, ”Jika aku telah ditakdirkan menjadi kafir, apakah manfaatnya jika aku berusaha menjadi mukmin? Bukankah yang kulakukan akan sia-sia, karena takdir telah menetapkan bahwa aku akan masuk neraka?”

Kata-kata seperti itu jelas keliru dan tidak boleh diucapkan. Tidak sewajarnya kita mengatakan,”Jika nasibku telah ditentukan dan ditetapkan sejak lahir, apa untung dan ruginya bila aku bekerja keras dan beribadah sekarang ini?”

Contoh yang paling baik untuk kita renungkan adalah cerita Nabi Adam as. dengan Iblis la’natullah. Iblis menyalahkan takdir yang menyebabkannya durhaka kepada Allah. Kemudian ia menjadi kafir dan dikeluarkan dari rahmat Allah dan diusir dari sisi-Nya. Nabi Adam as pun mengakui kesalahannya. Beliau menganggap kesalahan itu adalah tanggung jawabnya sendiri. Kemudian ia memohon ampun kepada Allah swt. Maka beliau mendapat rahmat dan ampunan Allah swt.

… continue reading this entry.

Belajar Memahami Orang Lain

Tiap saat kita berhadapan dengan bermacam-macam situasi. Terutama ketika berhubungan dengan orang lain.

Sebagai pemimpin, mengertikah kita bagaimana cara `membakar’ motivasi para pegawai kita? Sebagai ibu, kita sering bingung nggak habis pikir plus pusing oleh watak keras kepala anak-anak kita. Tak jarang pula, sebagai suami kita terus-terusan bertengkar dengan istri yang padahal juga kita sayangi dan cintai. Adakah ‘zat kimia’ tertentu atau pola tertentu yang mempengaruhi sifat, sikap, serta reaksi kita, dan itu terasa dalam menghadapi berbagai situasi…? Sehingga, kita bisa lebih berdamai dan mengerti mengapa semua reaksi itu terjadi. Bukankah akan lebih nikmat hidup ini kalau kita satu sama lain saling memahami?

Florence Litteur, penulis buku terlaris Personality Plus menguraikan, ada empat pola watak dasar manusia. Kalau saja semua sudah kita pahami, kita akan sangat terbantu sekali dalam berhubungan dengan orang lain. Kita akan jadi mengerti mengapa suami kita tiba-tiba marah sekali ketika meja kerjanya yang berantakan kita atur rapi. Kita juga akan mudah memahami mengapa pegawai kita gampang sekali berjanji… Dan hebatnya, dengan mudah pula ia melupakannya. “Oh ya, saya lupa,” katanya sambil tertawa santai. Kita juga akan mudah mengerti mengapa istri kita tidak mau dengar sedikit pun mendengar pendapat kita, tak mau kalah, cenderung mempertahankan diri, selalu merasa benar dengan pendapatnya, dan makin sengit bertengkar kalau kita mau coba-coba untuk mengalahkannya.

Menurut Florence, golongan watak pertama adalah sanguinis, “yang populer”. Mereka ini cenderung ingin populer, ingin disenangi oleh orang lain. Hidupnya penuh dengan bunga warna-warni. Mereka senang sekali bicara tanpa bisa dihentikan. Gejolak emosinya bergelombang dan transparan. Pada suatu saat ia berteriak kegirangan, dan beberapa saat kemudian ia bisa jadi menangis tersedu-sedu.

… continue reading this entry.

Senjata Perusak Masal

wallpaper_commandos_strike_force_04_1280.jpgSenjata maha dahsyat sedang dipelajari, dikembangkan dan disebarkan di medan perang Timur Tengah. Sangat mematikan, dan dibuat untuk menghancurkan moral musuh.

Tidak memerlukan bahan peledak, tidak juga perlu pelatihan mahal untuk diluncurkan atau dioperasikan: sebaliknya, bahkan sangat murah dibandingkan dengan kerusakan yang dapat ditimbulkan, bahkan semakin dan semakin menyebar tiap harinya.

Untuk membangun senjata ini juga sangat gampang: hanya butuh beberapa remaja perempuan dan laki-laki dengan harga murah, sebuah kamera, dan web server.

Situs pornografi barat (sebagian besar milik Amerika) mulai merambah pasar “hubungan antar etnis” beberapa tahun lalu, tetapi baru setelah 2002 banyak orang mulai memajang cerita tentang hal itu, yang memang dapat dimengerti dari sudut pandang psiko(pato)logi, dengan segala ketertarikan mengenai Arab yang muncul akibat peristiwa 11 September, dan juga peperangan di Afghanistan dan Irak.

… continue reading this entry.